<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sentra Muslim &#187; Artikel Islam</title>
	<atom:link href="http://sentramuslim.com/category/artikel-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sentramuslim.com</link>
	<description>Toko Online Produk Muslim Pilihan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Mar 2010 07:36:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kesuksesan Besar Buah dari Pengorbanan Besar</title>
		<link>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-besar-buah-dari-pengorbanan-besar/</link>
		<comments>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-besar-buah-dari-pengorbanan-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 12:37:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SentraMuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sentramuslim.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[<p><em>&#8220;Agar Allah memberi pembalasan kepada setiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.</em> <strong>(Qur&#8217;an Surat Ibrahim ayat 51).</strong></p>
<p>Setiap perbuatan pasti membuahkan sesuatu. Buah dari perbuatan buruk adalah keburukan itu sendiri dan buah dari perbuatan baik adalah kebaikan yang sempurna. Hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan pengorbanan yang diberikan. Bukankah balasan bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="size-full wp-image-288 alignleft" title="jalan sukses" src="http://sentramuslim.com/wp-content/uploads/2010/01/jalan-sukses.jpg" alt="jalan sukses" width="143" height="108" />&#8220;Agar Allah memberi pembalasan kepada setiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.</em> <strong>(Qur&#8217;an Surat Ibrahim ayat 51).</strong></p>
<p>Setiap perbuatan pasti membuahkan sesuatu. Buah dari perbuatan buruk adalah keburukan itu sendiri dan buah dari perbuatan baik adalah kebaikan yang sempurna. Hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan pengorbanan yang diberikan. Bukankah balasan bagi orang-orang yang gugur di jalan Allah (mati syahid) adalah masuk syurga tanpa dihisab?</p>
<p>Para Nabi dan Rasul adalah orang yang paling tinggi kedudukannya disisi Allah, mengapa? Karena mereka adalah orang yang paling sempurna pengorbanan dan ketaatannya kepada Allah. Karena itu bila kita menginginkan kesuksesan yang besar, maka kita harus mempersembahkan pengorbanan yang besar pula.</p>
<p>Jalan kesuksesan bukanlah jalan yang dihampari oleh permadani indah, melainkan jalan mendaki dan licin yang dipenuhi dengan onak dan duri sehingga untuk mencapainya diperlukan pengorbanan yang panjang dan melelahkan.</p>
<p>Kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya, mengajari kita akan arti pengorbanan yang sesungguhnya. Karena taatnya pada Allah, Siti Hajar rela ditinggal sendiri bersama anaknya yang masih bayi di tengah gurun tandus tanpa makanan dan minuman. Karena Allah, Nabi Ibrahim rela menyembelih anak yang sangat dicintainya. Dan karena Allah pula, Nabi Ismail rela mempertaruhkan nyawanya.</p>
<p>Buah dari pengorbanan keluarga Ibrahim telah membuahkan keberkahan. Allah memberkahi mereka dan negeri mereka dengan kedamaian, ketenteraman dan rezeki yang melimpah. Benarlah sebuah ungkapan yang mengatakan, &#8220;<em>Resiko positif dari harapan dan usaha adalah kesuksesan dan kebahagiaan, sedangkan resiko negatifnya adalah kegagalan.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-besar-buah-dari-pengorbanan-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Kehidupan Adalah Memberi dan Berbagi</title>
		<link>http://sentramuslim.com/artikel-islam/rahasia-kehidupan-adalah-memberi-dan-berbagi/</link>
		<comments>http://sentramuslim.com/artikel-islam/rahasia-kehidupan-adalah-memberi-dan-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SentraMuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[memberi dan berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sentramuslim.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sunnah kehidupan mengharuskan adanya strata sosial. Namun perbedaan strata sosial bukanlah pembenar atas prilaku egoisme. Dengan perbedaan ini manusia dapat hidup dengan indah dan harmoni bila saja mereka mau saling berbagi dan memberi.</p>
<p>Namun seringkali manusia hanya berpikir, &#8216;bagaimana caranya saya bisa mendapatkan&#8217;, bukan &#8216;bagaimana saya bisa memberi&#8217;.  Padahal hujan turun dari awan ke bumi karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-204 alignleft" style="margin: 5px;" title="saling berbagi" src="http://sentramuslim.com/wp-content/uploads/2009/10/saling-berbagi1-125x125.jpg" alt="saling berbagi" width="125" height="125" />Sunnah kehidupan mengharuskan adanya strata sosial. Namun perbedaan strata sosial bukanlah pembenar atas prilaku egoisme. Dengan perbedaan ini manusia dapat hidup dengan indah dan harmoni bila saja mereka mau saling berbagi dan memberi.</p>
<p>Namun seringkali manusia hanya berpikir, &#8216;bagaimana caranya saya bisa mendapatkan&#8217;, bukan &#8216;bagaimana saya bisa memberi&#8217;.  Padahal hujan turun dari awan ke bumi karena bumi telah memberikan uap airnya kepada awan. Artinya, kita bisa menerima karena kita telah memberi.</p>
<p>Jika kita berkata kepada tanah, &#8220;berilah kami tanaman, berilah kami sayuran, berilah kami buah-buahan.&#8221;  Maka tanah akan menjawab, &#8220;Maaf, saya tidak bisa memberi anda apapun, anda belum mengenal saya, apalagi memberikan sesuatu kepada saya. Seharusnya anda menanami saya benih, menyiram saya, memupuk dan memelihara saya. Setelah itu barulah saya akan memberikan tanaman, sayuran, dan buah-buahan kepada anda.&#8221;</p>
<p>Memberi atau berbagi adalah pekerjaan mulia, dan memberi tidak harus dikerdilkan dengan materi. Memberi adalah sebuah dorongan hati yang tulus untuk saling mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan insan. Memberi adalah sebuah ketulusan tanpa mengharap balasan ataupun sekedar pujian kecuali hanya dari Allah.</p>
<p>Berikanlah sesuatu walau hanya senyuman manis kepada orang lain, niscaya anda akan mendapatkan lebih baik dari sekedar senyum manis. Yakinlah tidak ada yang remeh di hadapan Allah jika dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sentramuslim.com/artikel-islam/rahasia-kehidupan-adalah-memberi-dan-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu Adalah Kehidupan</title>
		<link>http://sentramuslim.com/artikel-islam/waktu-adalah-kehidupan/</link>
		<comments>http://sentramuslim.com/artikel-islam/waktu-adalah-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 22:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SentraMuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sentramuslim.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seandainya  saya memberikan kepada setiap orang, termasuk anda, modal berupa uang sebesar 24 dinar setiap hari, lalu saya mengharuskan agar uang itu anda habiskan dalam hari itu juga tanpa boleh tersisa sepeserpun, akan anda gunakan untuk apa uang pemberian saya itu?</p>
<p>Sebagian orang mungkin akan menghabiskan uang itu untuk membeli berbagai keperluan dirinya seperti makanan, pakaian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-146 alignleft" style="margin: 5px;" title="waktu adalah uang" src="http://sentramuslim.com/wp-content/uploads/2009/10/waktu-adalah-uang-125x125.jpg" alt="waktu adalah uang" width="125" height="125" />Seandainya  saya memberikan kepada setiap orang, termasuk anda, modal berupa uang sebesar 24 dinar setiap hari, lalu saya mengharuskan agar uang itu anda habiskan dalam hari itu juga tanpa boleh tersisa sepeserpun, akan anda gunakan untuk apa uang pemberian saya itu?</p>
<p>Sebagian orang mungkin akan menghabiskan uang itu untuk membeli berbagai keperluan dirinya seperti makanan, pakaian, perhiasan atau apapun. Bahkan mungkin tidak sedikit yang akan menggunakan uang itu untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Itu terserah saja.<span id="more-132"></span><!--more--></p>
<p>Begitulah perumpamaan waktu yang Allah berikan kepada kita. Setiap kita diberikan modal berupa waktu  24 jam sehari  untuk kita gunakan sampai habis. Jatah waktu hari ini harus kita habiskan hari ini juga, sebab jatah waktu tersebut tidak bisa kita tabung untuk esok hari.</p>
<p>Akan tetapi Allah akan meminta tanggungjawab kita terhadap waktu yang telah Dia berikan. Setiap detik yang kita gunakan, kelak  akan ditanyakan kepada kita.  Untuk apa saja kita habiskan, untuk kebaikankah atau untuk kejahatan? Sudahkah kita memaksimalkan waktu atau bahkan menyiakan dan membiarkan waktu hilang begitu saja tanpa makna?</p>
<p>Semua yang hilang dapat dicari kembali. Tetapi waktu yang telah hilang, tak akan pernah kembali lagi. Waktu adalah uang, times is money, begitu kata pepatah. Tentu kita tak rela bila orang lain mencuri uang kita bukan? Namun ironisnya, seringkali kita membiarkan orang lain mencuri waktu kita. Padahal waktu jauh lebih berharga daripada uang.</p>
<p>Coba kita hitung, membuang waktu 30 menit sehari sama dengan membuang waktu 26 hari dalam setahun.  Menghabiskan waktu 2 jam sehari di depan televisi, sama saja dengan membuang waktu 3,5 bulan dalam setahun. Bayangkan, umur kita bertambah tua,  amal kita tidak bertambah, malah dosa kita semakin banyak.</p>
<p>Karena itu, ambillah waktu untuk beribadah, karena ia sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk bekerja, karena ia adalah harga kesuksesan. Ambillah waktu untuk membaca, karena ia merupakan pangkal kebijaksanaan. Namun jangan sekali-kali melalaikan waktu, karena ia sumber dari segala kerugian.</p>
<p><strong>Hendaklah kita ingat!</strong> Waktu adalah kehidupan. Karena itu, kejahatan terbesar di dunia ini adalah membunuh waktu dengan kesia-siaan.</p>
<p><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh.”</em> (QS. al Ashr ayat 1-3)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sentramuslim.com/artikel-islam/waktu-adalah-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesuksesan Berawal Dari Sebuah Mimpi</title>
		<link>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-berawal-dari-sebuah-mimpi/</link>
		<comments>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-berawal-dari-sebuah-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 00:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SentraMuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dream]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sentramuslim.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kesuksesan berawal dari sebuah mimpi (dream), mimpi untuk menjadi sukses. Bagaimana mungkin seorang bisa sukses, bila bermimpi sukses saja tidak pernah ia cita-citakan. Mimpi yang tinggi akan melahirkan semangat kerja yang tinggi. Sebagian besar  orang besar senang bermimpi, lalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpinya tersebut.</p>
<p>Mimpi yang saya maksud disini bukanlah bunga tidur atau mimpi di siang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-152 alignleft" style="margin: 5px;" title="sukses berawal dari mimpi" src="http://sentramuslim.com/wp-content/uploads/2009/10/sukses-berawal-dari-mimpi-125x125.gif" alt="sukses berawal dari mimpi" width="125" height="125" />Kesuksesan berawal dari sebuah mimpi (dream), mimpi untuk menjadi sukses. Bagaimana mungkin seorang bisa sukses, bila bermimpi sukses saja tidak pernah ia cita-citakan. Mimpi yang tinggi akan melahirkan semangat kerja yang tinggi. Sebagian besar  orang besar senang bermimpi, lalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpinya tersebut.</p>
<p>Mimpi yang saya maksud disini bukanlah bunga tidur atau mimpi di siang bolong. Mimpi yang saya maksudkan adalah sebuah <em>himmah</em> atau cita-cita yang tinggi menggantung di atas  <em>Arsy</em>. Mimpi yang bisa menembus benteng kokoh, menerjang karang, menyibak badai. Bukan mimpi yang sekedar angan dan khayalan.<span id="more-82"></span></p>
<p>Memang, tidak semua pemimpi menjadi orang besar dan sukses, tapi setiap orang besar dan sukses di dunia ini adalah seorang pemimpi. Yusuf <em>‘alaihis salam</em> menjadi pemimpin di negeri Mesir karena beliau seorang pemimpi dan ahli dalam menerjemahkan mimpi. Beliau menjadi pemimpi bahkan sejak kanak-kanak, “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, <em>“Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”</em> <strong>(Al Qur’an Surat Yusuf ayat 4)</strong>.</p>
<p>Para ahli sejarah memahami, untuk membangun sebuah peradaban dibutuhkan beberapa generasi untuk mewujudkannya, Tetapi Nabi Muhammad SAW mampu membangun sebuah peradaban dan generasi unggul hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad.  Takdir kejayaan itu berlaku karena beliau sedari awal telah memiliki <em>alhimmah </em> atau obsesi yang kuat untuk menjadi sukses.</p>
<p>Kadang seorang pemimpi harus siap untuk menghadapi tembok tinggi berupa hinaan dan cemoohan dari orang lain, bahkan orang-orang dekat yang kita harapkan dukungan darinya juga turut melemahkan dan merendahkan kita. Namun, anggaplah itu semua sebagai cemeti yang akan membuat kita lari semakin kencang untuk mencapai kesuksesan. Dan dikemudian hari orang akan tercengang dengan keberhasilan kita mencapai mimpi padahal awalnya mereka menganggap mimpi kita hanya sebuah khayalan orang malas dan bodoh. Sebuah pepatah mengatakan, “Impian kemarin adalah kenyataan hari ini, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok.”</p>
<p>Yakinlah ketika seseorang memiliki impian dan cita-cita, maka sesungguhnya orang itu telah melangkah dan mendekat kepada apa yang dia impikan, dan pasti! orang itu akan diberikan kewenangan dan kepantasan oleh Allah untuk mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Bukankah Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya?</p>
<p>Menjadi apa Anda dua, tiga, lima tahun kedepan? Itu tergantung mimpi Anda sekarang!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sentramuslim.com/artikel-islam/kesuksesan-berawal-dari-sebuah-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
