Home » Kisah Inspiratif

Kisah Pencari Kayu

Written By: SentraMuslim on October 28, 2009 12 Comments

pencari kayu bakarDi hutan belantara ada seorang pencari kayu sedang asyik mengumpulkan kayu, tiba-tiba datang seekor harimau hendak menerkamnya. Tanpa pikir panjang si pencari kayu itupun lari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan diri. Dalam keadaan sangat panik, kakinya terperosok dan ia jatuh kedalam sebuah jurang.

Beruntunglah ia masih sempat menggapai akar pohon yang menjuntai lalu menggenggamnya dengan kuat. Sementara ia berpegangan pada akar, sang harimau tetap menunggunya dimulut jurang dengan taringnya yang tajam siap memangsa si pencari kayu kapanpun juga. Tiba-tiba pula datang dua ekor tikus berwarna putih dan hitam yang mengerogoti akar yang sedang digenggam oleh si pencari kayu, sehingga lama kelamaan akar itu menjadi rapuh. Saat bersamaan ia menengok kedasar jurang ternyata disana banyak ular berbisa yang siap menggigit dan memangsanya ketika ia terjatuh.

Disaat genting itu ia mendongak karena ada sesuatu yang menetes dari atas kepalanya. Ternyata ada madu yang menetes dari sarang lebah sebuah pohon di atas mulut jurang. Si pencuri kayupun membuka mulutnya dan meminum madu yang menetes ke dalam mulutnya. Karena rasa lapar, ia sangat menikmati madu tersebut sampai-sampai ia lupa akan bahaya yang mengancam disekelilingnya.

Hikmah dan Pelajaran

Cerita di atas sangat menarik untuk kita jadikan sebuah perumpamaan hidup. Si pencari kayu itu adalah gambaran seorang manusia, harimau adalah kematian yang selalu mengejarnya kapanpun dan dimanapun. Akar pohon adalah ibarat umur manusia yang selalu berkurang digerogoti oleh tikus putih (waktu siang) dan tikus hitam (waktu malam). Umur manusia selalu berkurang tapi amal kebaikan tidak bertambah, justru perbuatan dosa semakin ditumpuk menggunung tinggi.

Sementara ular-ular berbisa di dasar jurang ibarat siksaan dan azab yang telah disediakan Allah bagi manusia pendosa. Azab kubur menunggu manusia jika ia tidak bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Siksaan selanjutnya adalah api neraka jahannam yang menyala-nyala, yang panasnya seribu kali panasnya api dunia.

Sedangkan tetesan madu adalah kenikmatan dunia yang hanya secuil tapi banyak melenakan manusia. Banyak manusia yang lupa tujuan hidupnya bahkan lupa terhadap Penciptanya hanya gara-gara mengejar kesenangan dunia yang sedikit. Padahal balasan disisi Allah lebih baik dan lebih kekal.

Di tengah situasi seperti demikian, adakah yang bisa menyelamatkan manusia selain iman kepada Allah? Hanya iman yang menyelamatkan nabi Nuh alaihissalam dari bencana air bah. Iman pula yang menyela-matkan nabi Musa alaihissalam dan pengikut-nya dari kejaran pasukan Fir’aun.

Kekuatan iman mampu membedakan mana kaca, mana permata. Mana dunia, dan mana akhirat. Orang beriman tidak mungkin memilih yang fana.

Tags: ,

Digg this!Add to del.icio.us!Stumble this!Add to Techorati!Share on Facebook!Seed Newsvine!Reddit!Add to Yahoo!

12 Responses to “Kisah Pencari Kayu”

  1. Heru on: 20 March 2010 at 13:10

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sungguh sebuah kisah perumpamaan yang sarat dengan makna. Menjadikan pembaca untuk lebih menghargai hidup demi meraih nikmatnya akhirat yang Allah janjikan. Semoga kita termasuk ke dalam golongan para ahli surga..
    mohon izin copas ya akh….
    jazakumullah khairan sebelumnya
    wassalamu’alaikum..

  2. SentraMuslim on: 20 March 2010 at 20:35

    Wa’alaikum salam Wr. Wb. Alhamdulillah… Silahkan di copas dengan mencantumkan sumber sentramuslim.com, semoga bermanfaat.

  3. yuli on: 25 March 2010 at 11:41

    Assalamu’alaikm Wr.Wb.
    Kisah perumpamaan yang mudah2an bisa menyentuh hati yang membacanya,izin bagi ke teman2 FB ya…
    Jazakumullah khairan katsira
    Wassalam..

  4. SentraMuslim on: 26 March 2010 at 22:06

    Silahkan disebarkan dengan mencantumkan sumber sentra muslim

  5. lintang on: 1 April 2010 at 11:09

    aq berharap Alloh SWT selalu menetapkan iman dan islam kpd aq, krn hanya tetapnya iman dan islam saat kita dipanggil Yang Esa kenikmatan akan sempurna…. allumma akhrijna minaddunya musliman……. amieeeen. kpdMu pula ya khatamunnabiyyin… aq berharap Kau akui aq sbg umatMu yg kelak mndpt Syafa’atMU. Wlu aq sll bergelimang dg dosa, aq yaqin rohmat & maghfiroh Alloh tidak cukupditulis dg tinta air laut bumiNYA……

  6. lintang on: 1 April 2010 at 11:11

    mf salah tulis.. yg benar ALLOHUMMA….ila akhirihi.

  7. ani on: 5 April 2010 at 16:12

    izin copas

  8. sigit setiyawan on: 26 April 2010 at 22:16

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya juga mau mencopy ya akhi/ukhti untuk saya kirim ke teman2 saya,…dan saya cantumkan sumbernya, terima kasih ilmunya semoga bermanfaat

  9. zahra on: 28 June 2010 at 16:27

    assalamu’alaikum.
    saya izin mau copas,, saya akan cantumkan sumbernya..
    jazakumullah..
    barokallahu fiik

  10. Rahmat Muntaha Aziz on: 3 August 2010 at 06:18

    aslm. wah. keren. tamsil yg penuh makna…. ma ksih dah berbagi, pa…. :-)

  11. Syamsul Hadi on: 24 August 2010 at 00:31

    Subhanallah… cerita yang penuh makna, izinkan mengcopynya..

  12. bayu adji on: 24 August 2010 at 21:55

    aslm. Subhanallah… Sambil menunggu pesanan tiba saya membaca kisah yg sungguh menggugah jiwa tuk selalu dekat di jln ALLAH, mohon ijin meng-copynya ya.. Wassalam..

Tulis komentar Anda:

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  Copyright ©2009 Sentra Muslim.| Jl. Batu Merah II No. 46 Pasar Minggu, Jakarta 12510.| Telp. 021-71121022.| Layanan SMS : 0812-81222806.| Hubungi Kami